MEMBERSIHKAN HATI DENGAN MERAJUT TAKWA

Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. Sang Spiritual Motivator

BANGGAJATIM | SIDOARJO – Wahai hamba Allah! Agamamu adalah modalmu. Jika kau telah menyia-nyiakan modalmu, sibukkan lisan dengan berdzikir mengingatnya, sibukkan hati dengan cinta kepada-Nya, dan sibukkan tubuhmu dengan menaati-Nya. Tanamkanlah wujudmu di tempat menanam hingga benih muncul dan tumbuh. Siapa yang memperlakukan hatinya sebagaimana petani memperlakukan tanahnya pasti hatinya bersinar.

Sobat. Ali bin Abi Thalib berkata, “Takwa itu adalah takut terhadap yang Mahabesar, melaksanakan perintah-Nya, qanaah atas pemberian yang sedikit, dan mempersiapkan diri untuk kematian,” Ibnu al- Qayyim membagi takwa ke dalam tiga tingkatan :
1. Menjaga hati dan anggota badan dari dosa dan hal-hal haram.
2. Menjaganya dari hal-hal yang dibenci Allah.
3. Menjaga dari hal-hal yang berlebihan dan tidak bermakna.

Sobat. Takwa pada Allah adalah taat pada-Nya dan menghindari maksiat, selalu mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya, selalu bersyukur dan tidak kufur pada-Nya. Itulah penjelasan Ibnu Mas’ud.

Sobat. Kau tidak akan menjadi orang yang bertakwa sampai hatimu suci dari sifat tamak dan amarah. Banyak Dzikir akan menjaga hatimu untuk bertakwa pada Allah.Muhasabah diri setiap hari, kemudian ikuti setiap keburukan dengan kebaikan.Bersahabat dengan orang sholeh. Jujur dalam perkataan. Inilah perjalanan menuju takwa kepada Allah SWT.

Sobat. Takdzim pada Allah adalah taat pada-Nya. Takdzim pada Rasul dengan mengikuti perintahnya. Takdzim pada Al-Quran dengan membaca, bertadabbur dan melaksanakan isinya. Takdzim pada Islam dengan cara mengikuti jalannya. Rasulullah SAW bersabda, “Ahli surga itu melahap bacaan tasbih dan tahmid, sebagaimana mereka melahap hawa nafsu.” ( HR. Muslim dari Jabir ra )

Sobat. Hati dapat sibuk dengan suatu urusan dan menghindari urusan yang lain. Hati bisa sibuk dengan harta, kedudukan, atau segala hal lainnya yang menggiurkan sehingga lalai dari Allah dan sibuk dengan syahwatnya. Keadaan ini sangat membahayakan hati. Karenanya, hati harus selalu sibuk bersama Allah seraya mencampakkan hawa nafsu dan syahwat. Inilah jalan keselamatan yang akan membebaskan dan menyembuhkan hati dari segala penyakit.

Sobat. Celakalah hamba yang diberi nikmat sehat oleh Allah tetapi mempergunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya. Seluruh nikmat itu membutuhkan syukur dan pengakuan akan kebaikan-Nya. Seluruhnya berasal dari nikmat Allah. Penciptaan diri kita, begitu juga rezeki, kesehatan, akal serta semua nikmat yang kita rasakan berasal dari anugerah, rahmat dan kemurahan Allah. Jadi masih adakah yang tersisa bagi kepentingan diri?

Namun, ketika hakikat ini hilang dan terabaikan, kau lupa bahwa Sang Pemberi nikmat adalah Allah, lalu kau mempergunakan kesehatan untuk bermaksiat kepada-Nya. Kau juga mempergunakan rezeki dari-Nya untuk sesuatu yang haram dan kau pun mendapatkannya dengan cara yang haram.

“Orang mukmin sibuk memuji Allah sehingga lupa memuji dirinya. Ia juga sibuk menunaikan kewajiban kepada Allah sehingga tidak ingat kepentingan dirinya sendiri. Seandainya kau cerdas dan pintar, tentu kau lebih memperhatikan hak-hak Allah yang harus ditunaikan daripada kepentingan dirimu.” Kata Ibnu Athaillah. “Iman bisa menjadi usang di hati kalian sebagaimana halnya pakaian. Karena itu mintalah kepada Allah agar Dia memperbarui iman dalam hati kalian.” ( HR. Al-Thabrani )

Orang yang meyakini kalimat laa ilaha illallah harus memenuhi hatinya hanya dengan Allah. Tidak ada sesuatu pun yang lain selain Allah dalam hatinya. Mengucapkan kalimat tersebut secara kontinyu bisa memperbarui keimanan yang terdapat dalam hati sekaligus menerangi dan membuatnya lebih yakin. Sholat adalah bentuk kehadiran bersama Allah disertai doa dan bacaan Al-Quran.

Sobat. Taqwa adalah kalimat yang terasa berat di hati, berat pula di telinga, tetapi dapat dijadikan perhiasan bagi ruh atau jiwa. Secara sederhana. takwa dapat diartikan perlindungan diri dari setiap yang membahayakan, besar dan kecil, dari luar atau dalam. “Allah melihatmu dengan memerintahkanmu. Dia mencarimu dengan cara mencegahmu dari yang dilarang.”

Sobat. Sebagai mukmin, sudah seharusnya kita berusaha dan berjuang agar mendapatkan rahmat Allah yang khusus, yaitu berupa pengajaran Allah dan Cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Jika Anda beriman dan beramal sholeh, serta istiqomah mendekati Allah sepenuh cinta, niscaya Dia akan mengajari Anda hikmah, memberikan rezeki yang baik, dan menggunakan Anda untuk kebaikan.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

( Spiritual Motivator – Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur, Majelis Kyai PP Al-Ihsan Baron Nganjuk. Dewan Pembina PP al-Amri Leces Probolinggo Jawa Timur )