Ir. Danang Sumiharta, MM., M.Si., M.Sc ketika memberikan contoh praktek tapping kepada peserta

BANGGAJATIM | SIDOARJO – Jawa Timur sedang berbenah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui berbagai program, salah satunya yaitu Program Jatim Sehat. Program ini merupakan program yang bertujuan meningkatkan keberdayaan masyarakat dengan tingkat kesehatan yang baik. Program ini tentu tidak dapat berkembang tanpa adanya sinergitas dengan berbagai stakeholder. Kesehatan sendiri bukan hanya tentang medis saja, namun juga termasuk di dalamnya beberapa pengobatan alternatif. Di tengah itu, SEFT hadir sebagai salah satu pilihan penyembuhan bagi pasien dalam bentuk pengobatan alternatif.

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan salah satu teknik terapi alternatif untuk mengatasi masalah emosi dan fisik. Terapi dilakukan dengan cara totok ringan (tapping) pada titik saraf tertentu atau meridian dalam tubuh. SEFT juga mengafirmasikan antara keyakinan do’a dengan teknik tapping. Sehingga siapa saja bisa menjadi sefter, karena kesembuhan pasien berada pada keyakinan pasien itu sendiri terhadap Tuhannya. Menggunakan metode yang menggunakan dasar sistem energi tubuh dalam menghilangkan masalah-masalah fisik maupun emosi secara cepat. Mulai dari cemas, stress, LGBT, dll. Serta masalah FISIK seperti mual, kecanduan game, kecanduan narkoba dan rokok, epilepsi, stroke, jantung, kanker, dll.

Dalam rangka mendukung Program Jatim Sehat, Ir. Danang Sumiharta, MM., M.Si., M.Sc selaku sefter profesional mengadakan pelatihan bagi sefter pemula melalui acara SEFT for Healing Training yang diadakan di KEKOPI coffee shop and co-working space (25/01/2020). Acara tersebut tidak hanya membuat para sefter pemula lebih mengenali apa itu SEFT, namun juga turut mengobati keluhan-keluhan yang dirasakan oleh sefter. Keluhan tersebut seputar tukak lambung, diare, serta gangguan psikologis seperti kurang fokus.

Ir. Danang Sumiharta, MM., M.Si., M.Sc menjelaskan, “Peserta diberikan materi tentang apa itu SEFT, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan 18 titik meridian yang dapat ditapping, penanaman rasa ikhlas dan pasrah kepada pasien dan sefter agar pengobatan lebih maksimal”.

Ir. Danang Sumiharta, MM., M.Si., M.Sc juga menjelaskan, “Peserta juga diberikan pemahaman bahwa, metode SEFT juga dapat dikombinasikan dengan MedNa (Medical Natural) yang dapat mengakselerasi kesembuhan pasien. Acara ini juga diwarnai praktek dari masing-masing peserta untuk dapat membuat mereka mampu melakukan metode SEFT dengan baik dan benar”.

Mulla Sadra salah satu peserta SEFT for Healing Training

 

Para peserta sangat antusias dalam melakukan praktik dan mengikuti berbagai rangkaian acara yang diselenggarakan. Mulla Sadra menyampaikan, “Selain saya ingin mengobati keluhan yang ada pada diri saya, saya juga tergerak untuk dapat bermanfaat bagi orang lain dengan mengikuti pelatihan untuk dapat menjadi sefter. Saya berharap akan lebih banyak sefter-sefter baru dilahirkan, sehingga masyarakat akan lebih banyak merasakan dampaknya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here