BAGAIMANA ANAK-ANAK BELAJAR

Ada salah pengertian dalam masyarakat kita yang meyakini bahwa anak-anak belajar dengan baik melalui hukuman atau dipermalukan. Kenyataannya, hal itu sangat jauh dari kebenaran. Jika Anda ingin anak-anak Anda berperilaku baik, anda harus membuat mereka merasa lebih baik.

Sobat. Tidak ada orang yang bisa belajar kalau kebutuhan mereka tidak terpenuhi; seorang anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan lapar akan sulit berkonsentrasi ; seorang balita yang lelah akan sulit berpartisipasi; dan seorang anak yang sangat kecewa akan sulit mendengarkan ketika Anda berbicara kepadanya.

Sobat. Metode pendisiplinan yang berfokus pada mempermalukan dan memberi hukuman melalui bentuk pengucilan social ( time out, setrap, dan menyuruh anak masuk ke kamar, misalnya ) tidak mungkin bisa membantu mereka mencapai aktualisasi diri. Rasa cinta, memiliki, dan menghormati adalah dasar dari disiplin yang bagus; fondasinya adalah harga diri – menumbuhkannya, bukan menghancurkannya.

Sobat. Jadi sebelum kita mulai berpikir untuk mengubah anak-anak kita, kita harus lebih dahulu berpikir untuk mengubah diri kita sendiri. Pola pikir adalah kepercayaan yang kita pegang tentang diri kita dan kemampuan kita.

Psikolog Amerika Carol Dweck memndeskripsikan dua pola pikir yang berbeda : Berkembang (growth) dan permanen (fixed). Pola pikir berkembang dimiliki oleh orang yang berpikir bahwa satu-satunya batasan untuk keberhasilan mereka adalah usaha mereka. Mereka percaya bahwa dengan bekerja keras dan banyak belajar, mereka bisa meraih hamper semua yang mereka inginkan. Ketika mereka membuat kesalahan, seseorang yang memiliki pola pikir berkembang tidak akan memasukannya ke hati. Mereka akan menganggap kegagalan tersebut lebih dipengaruhi oleh lingkungan dan melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar, bukan karena kurangnya kemampuan.Orang-orang yang memiliki pola pikir berkembang cenderung lebih bahagia dan lebih sukses dalam hidup.

Sobat. Pola pikir mana yang menurut Anda bisa mewujudkan disiplin yang bagus? Menyemangati anak-anak, terutama ketika mereka membuat kesalahan dan pilihan yang salah, mendorong pola pikir berkembang.

Sobat. Penulis meyakini bahwa setiap anak adalah cerdas karena masing-masing pasti memiliki kecerdasan dan gaya belajar masing-masing. Tugas kita adalah mengenali mesin kecerdasannya dan gaya belajar mereka. Kemudian menyiapkan karpet merah mereka menuju impian dan cita-cita mereka.

Ahli pendidikan Neil Fleming menggambarkan empat gaya belajar yang berlaku pada anak-anak:

  1. Visual. Mereka belajar melalui penglihatan. Mereka belajar dengan baik melalui gambar, foto dan informasi grafis. Mereka cenderung unggul dalam bidang seni, fotografi, dan film, juga senang menggambar dan bereksperimen dengan warna. Ketika diminta membayangkan bentuk suatu benda atau menggambar peta konsep dan diagram untuk menjelaskan situasi, pembelajar visual bisa melakukannya dengan baik. Visualisasi mereka bekerja dengan baik dan mereka sering bisa menggambarkan sesuatu di pikiran yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain.
  2. Auditori. Mereka belajar melalui pendengaran. Mereka merespons dengan baik saat mendengarkan orang lain berbicara dan pada pelajaran apa pun yang berkaitan dengan music. Mereka cenderung unggul dalam menyanyi atau memainkan instrument dan bereaksi dengan emosi yang kuat terhadap musik. Pembelajar auditori berhasil dengan baik ketika diminta menggunakan suara dalam tugas, seperti membuat jembatan keledai atau rima.
  3. Read/write ( baca/tulis). Pembelajar baca/tulis paling cocok belajar melalui kata-kata. Mereka seringkali mempunyai kecintaan besar pada membaca dan menulis banyak catatan. Mahir dengan kata-kata. Pembelajar baca/tulis berhasil dengan baik ketika mereka diminta membaca atau menulis tentang sesuatu.
  4. Kinestetis. Mereka belajar melalui sentuhan, melakukan sesuatu, dan bergerak. Mereka “bekerja dengan tangan” dan suka menyentuh apa pun yang sedang mereka pelajari ketimbang membaca instruksi. Mereka biasanya unggul dalam bidang olah raga dan teknik serta suka bergerak. Mereka juga suka membuat model. Mereka berhasil dengan baik ketika dibiarkan melakukan gerakan yang mereka butuhkan, yang akan membantu mereka menenangkan diri, dan ketika gerakan dan isyarat menjadi bagian dari pelajaran mereka.Menurut Anda, manakah gaya belajar anak Anda yang paling dominan? Mengamati perilaku anak bisa sangat membantu anda memahami gaya belajar mereka. Begitu memahaminya, anda bisa menyesuaikan pendisiplinan Anda sehingga akan menunjukkan hasil yang lebih efektif secara signifikan.

Sobat. Berikut adalah beberapa ide pendisiplinan berdasarkan gaya belajar yang berbeda :

• Visual : Menggambar diagram sederhana atau kartun untuk menunjukkan cara berperilaku yang lebih baik kepada anak anda, Mendorong mereka membuat gambar untuk menunjukkan emosi mereka , Menggunakan visualisasi untuk membantu mereka agar menjadi lebih tenang.
• Auditori : Membuat lagu untuk menghadapi situasi tertentu, misalnya lagu mengganti popok, mandi dan menggosok gigi. Membuat akronim atau jembatan keledai untuk membantu mereka mengingat cara merespons situasi yang rumit. Menggunakan music relaksasi untuk membantu mereka menenangkan diri.
• Read/Write : Mencari buku yang special untuk membantu anak Anda memahami emosi mereka sendiri dan emosi orang lain. Mengusulkan kepada mereka untuk membuat buku harian, mencatat perasaan mereka setiap malam. Menulis catatan yang special untuk satu sama lain, menjelaskan apa yang Anda berdua rasakan.
• Kinestetisi : Bermain peran mengenai apa yang terjadi dan bagaimana anak Anda bisa meresponsnya dengan cara berbeda. Mendorong mereka untuk membersihkan atau membetulkan apa pun yang mereka rusakkan dengan Anda. Pergi berjalan kaki bersama untuk mendiskusikan apa yang terjadi.

Sobat. Mengikuti gaya belajar Anak Anda, alih-alih melawannya, hampir selalu membuahkan disiplin yang paling efektif. Semakin menyenangkan dan kreatif solusi Anda, semakin baik hasilnya. Kebanyakan orang mempunyai lebih dari satu gaya belajar. Jadi jangan takut untuk mencoba mengkombinasikan pendekatannya. Jika satu pendekatan tidak berhasil, teruslah berusaha cobalah pendekatan lainnya. Ingat tujuan Anda adalah menumbuhkan pola pikir berkembang !

Selamat Mencoba, dan rasakan sensasinya serta keberhasilannya.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
(Spiritual motivator – Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis Buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur. )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here